GUBERNUR NTT KUNJUNGI UPTD PENDAPATAN DAERAH WILAYAH KABUPATEN KUPANG

   
Ngetrend    2023-08-05  11:38:58

gambar

Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Kupang yang didampingi Bupati Kupang Korinus Masneno meninjau UPTD Pendapatan Daerah Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Kupang di Babau, Kecamatan Kupang Timur, Selasa (1/8/2023).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Victor berkeliling meninjau kantor Samsat dan mengikuti pemaparan singkat dari beberapa Dinas terkait diantaranya dari Kepala UPTD. Pendapatan Daerah Prov. NTT Wilayah Kabupaten Kupang, Nafilitalia Anu, Pemaparan oleh Kepala UPT. 

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kabupaten Kupang, Sevrianus Seran Berek terkait rencana pengelolaan kawasan hutan di Kabupaten Kupang, dan pemaparan dari Kepala Bidang Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote dan Sabu Raijua, Dominicus Jemi Pedang tentang bidang pengelolaan ruang laut pada Instalasi Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Noekele dan Instalasi Balai Benih Ikan Pantai Tablolong.

Dalam pemaparannya Nafilitalia menjelaskan target penerimaan tahun 2022 : Rp.55.627.024.167, realisasinya per 30 Desember 2022 adalah Rp. 29.530.344.420 atau 51,94%. Sedangkan target tahun anggaran 2023 : Rp.50.640.164.261, realisasi pada Januari s/d 31 Juli 2023 : Rp.16.649.784.213 atau 32,88%.

Kendalanya ada beberapa faktor, antara lain pandemi covid 19 membawa dampak penurunan penerimaan pajak yang cukup signifikan, jarak tempuh antara tempat tinggal masyarakat/wajib pajak dengan kantor Samsat yang cukup jauh, banyaknya kendaraan bermotor yang dibeli menggunakan identitas lain, setelah itu diperjualbelikan ke luar wilayah NTT, kurangnya kesadaran wajib pajak untuk melaporkan proses jual beli kendaraan bermotor ke Kantor Samsat, dan banyaknya kendaraan bermotor plat luar daerah yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kupang dan tidak memberikan kontribusi terhadap PAD serta menggunakan kuota BBM dan infrastruktur di wilayah Provinsi NTT.

Nafilitalia Anu juga melaporkan kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2023 (Januari-Juli) yaitu pelayanan loket; samsat keliling di tiga lokasi : terminal Bolok, ASDP Bolok, Civic Center; kegiatan door to door dilaksanakan di tiga desa : Noelbaki, Bolok, Penfui Timur; dan kegiatan operasi tilang gabungan.

Dari pemaparan yang dikemukakan beberapa pemateri tersebut, Gubernur NTT Victor Laiskodat menandaskan bahwa sistem kerja yang mumpuni adalah berkolaborasi. "Kadang kita belum punya relasi yang kuat untuk berkolaborasi dan pengetahuan yang baik terhadap aset yang dimiliki. 

Untuk itu Saya tekankan pentingnya berkolaborasi,"ungkapnya. Ia juga mendorong agar semua Aparatur Pemerintah banyak membaca, perbanyak referensi, belajar informasi baru yang sedang bertumbuh/berkembang.

"Ada empat isu dunia yang menjadi perhatian saat ini yaitu pangan, energi, air dan populasi, terhadap hal ini salah satu contoh yang ingin saya tekankan adalah tanam bambu dan pemanfaatannya. 

Bambu itu banyak manfaat, sekali tanam, benih beribuan yang tumbuh. Satu rumpun tanaman bambu bisa menyimpan ribuan liter air. Suatu saat nanti, semua kebutuhan akan beralih ke bambu. 

Misalkan kebutuhan primer masyarakat yaitu rumah, atapnya akan menggunakan bambu, lebih sejuk tahan panas. 

Ke Depan bisa 20 tahun, semua akan menuju ke bambu. Tidak sekadar tanam bambu, tapi  mengerti pemanfaatannya,"jelas Laiskodat. 

Dan masih banyak manfaat lainnya yang diterangkan Gubernur untuk tanaman bambu. Sedangkan terkait kawasan hutan, Gubernur Laiskodat arahkan untuk bisa melakukan perhitungan karbon kredit. 

Bahkan dirinya ingatkan aparatur pemerintah cara pendekatan birokratnya jangan sebatas kerja administrasi, tapi perlu menunjukkan produktivitasnya. "Kalau mengaku sebagai bagian dari Citra Allah maka kita harus berbekal ilmu pengetahuan, berani dan peduli," katanya.

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Prov.NTT Alex Lumba, Kadis Pertanian Prov. NTT Lucky Koli dan sejumlah Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Kupang diantaranya Kadishub Ricky Djo, Kepala Bapenda Frans Taloen

Sumber : Diskominfo Kab. Kupang