Kabupaten yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera melalui tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik yang optimal, dan pembangunan yang berkelanjutan.
Jiwa (Tahun 2024)
Kilometer Persegi
Oelamasi
Sejak 22 Oktober 2010
20 Desember 1958
Usia 66 Tahun
Perjalanan panjang dari masa prasejarah hingga era modern - menelusuri jejak peradaban yang membentuk identitas Kupang
Kecamatan
Desa/Kelurahan
Penduduk
Tahun
Kabupaten Kupang terletak di bagian barat Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak masa prasejarah. Wilayah ini telah dihuni oleh masyarakat Austronesia yang hidup dalam kelompok-kelompok suku dengan sistem adat yang kuat.
Mereka bermata pencaharian sebagai petani ladang, peternak, dan nelayan, serta menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Dalam perkembangannya, terbentuk kerajaan-kerajaan adat seperti Amarasi, Helong, Amfoang, Fatuleu, dan Amabi yang mengatur kehidupan sosial, politik, dan budaya masyarakat Kupang.
Pada abad ke-14 hingga ke-16, wilayah Kupang mulai dikenal dalam jaringan perdagangan internasional karena hasil hutan berupa kayu cendana yang sangat bernilai. Perdagangan rempah-rempah ini menjadikan Timor sebagai salah satu pusat perdagangan penting di Nusantara.
Perdagangan ini menarik perhatian pedagang dari berbagai daerah seperti Jawa, Makassar, Malaka, hingga Tiongkok. Situasi ini kemudian mendorong kedatangan bangsa Eropa, terutama Portugis pada abad ke-16, yang membawa pengaruh agama Katolik serta ikut campur dalam urusan politik kerajaan-kerajaan lokal di Timor, termasuk wilayah Kupang.
Pengaruh Portugis mulai tergeser setelah kedatangan Belanda melalui VOC pada abad ke-17. Pada tahun 1653, VOC mendirikan Benteng Concordia di Kupang dan menjadikan wilayah ini sebagai pusat kekuasaan Belanda di Timor Barat.
Belanda menjalin kerja sama dengan beberapa kerajaan lokal, khususnya Kerajaan Helong, untuk menguasai perdagangan cendana. Meskipun demikian, wilayah pedalaman yang kini menjadi Kabupaten Kupang tetap diperintah oleh raja-raja adat melalui sistem pemerintahan tidak langsung di bawah pengawasan Belanda.
Situasi berubah drastis saat Jepang menduduki Timor pada tahun 1942–1945. Masa pendudukan Jepang ditandai dengan penderitaan rakyat akibat kerja paksa, kekurangan bahan pangan, serta kerusakan infrastruktur akibat perang.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, Timor Barat, termasuk wilayah Kabupaten Kupang, resmi menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada tanggal 20 Desember 1958, Kabupaten Kupang secara resmi dibentuk sebagai daerah otonom.
Dalam era otonomi daerah hingga saat ini, Kabupaten Kupang terus berkembang dalam bidang pemerintahan, ekonomi, dan sosial budaya. Pembangunan difokuskan pada sektor pertanian, peternakan, pendidikan, serta pariwisata.
Meskipun mengalami berbagai perubahan, masyarakat Kabupaten Kupang tetap mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya lokal seperti tradisi natoni, tenun ikat, serta penggunaan bahasa daerah seperti Dawan (Uab Meto) dan Helong, yang menjadi identitas penting dalam kehidupan masyarakat Kupang masa kini.
Ibu kota Kabupaten Kupang dipindahkan dari Kota Kupang ke Oelamasi pada tanggal 22 Oktober 2010, sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan pengembangan wilayah.
Jelajahi warisan sejarah Kabupaten Kupang yang kaya dan beragam
Akses layanan publik Kabupaten Kupang dengan mudah, cepat, dan transparan
Saluran pengaduan dan aspirasi masyarakat langsung kepada Bupati Kabupaten Kupang. Sampaikan keluhan, saran, atau aspirasi Anda.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi memberikan akses informasi publik sesuai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.
sekumpulan data spesifik yang dikumpulkan, dikelola, dan dimanfaatkan untuk perencanaan, evaluasi, dan kebijakan pembangunan.
Update terbaru seputar kegiatan, program, dan perkembangan di Kabupaten Kupang
Momen-momen penting dan keindahan alam Kabupaten Kupang