Bupati Kupang Korinus Masneno Mengikuti Kegiatan Me Noken di Tanah Timor

   Kegiatan Berlangsung di Sekolah Alam Desa Manusak Kecamatan Timur
Berita/News    2021-08-26  09:58:59

gambar

Turut hadir mendampingi Bupati Kupang, Kadis P dan K Imanuel Buan, Kepala BP4D Marthen Rahakbauw, Kadispora Seprianus Lau, Kabag Prokopim Martha M. Para Ede, Kepala RSKK Benidiktus Selan, Direktur Yayasan SBI dan Kepala Sekolah Alam Yahya Ado, Kades Manusak Arthur Ximenes, Perwakilan Institut Samdhana Ita Natalia, Yayasan Mama Aletha Abdon Nababan, dan beberapa komunitas lainnya di NTT.

Kegiatan ini berlangsung di Sekolah Alam Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur pada hari Selasa, 24 Agustus 2021.

"Merajut Kasih Kerahiman Gotong Royong Membangun Indonesia"

NTT merupakan provinsi di Indonesia yang kaya akan budaya salah satunya yaitu tarian. Mengawali kegiatan Me Noken , anak-anak Sekolah Alam Desa Manusak menyambut Bupati dan rombongan dengan tarian daerah serta musik sasando.

Masneno mengatakan semua benda dan karya memiliki arti seperti Noken yang awalnya dibentuk di Papua, merupakan inti dari merajut kebersamaan, berbagi pengalaman dan ilmu pengetahuan serta semangat.

"Semoga dengan rajutan kebersamaan ini muncul inovasi-inovasi baru dari para komunitas. Manusia diciptakan utk saling melengkapi jadi manfaatkanlah orang-orang disekitar dan belajar merendahkan diri", jelas Korinus Masneno.

Atas nama Pemkab Kupang kami mendukung dan menyambut baik kegiatan Me Noken ini. Karena saya percaya para komunitas di Tanah Timor sangat membutuhkan kebersamaan dalam ide, budaya dan bahasa. Selamat melaksanakan temu wicara dan temu usaha serta selalu menjaga diri dengan mentaati protokol kesehatan, tutur Bupati Korinus.

Ita Natalia menambahkan, ini suatu kegembiraan karena bisa tiba di tanah Timor karena restu Tuhan dan dukungan luar biasa dari Pemda kab. Kupang dan jajarannya. Sekolah Alam Manusak merupakan bentuk dari semangat anak usia dini yang terus tumbuh untuk Indonesia di masa depan.

Lebih lanjut Ambrosius Hendrianto selaku pencipta Noken menjelaskan noken sendiri merupakan tas rajutan berasal dari Papua yang terbuat dari serat kayu. "Seperti filosofi Noken yang berarti kelenturan atau fleksibel namun ada kekuatan yang sangat kuat yang memiliki nilai multiguna, transparansi, melambangkan rahim yaitu melindungi apa yang ada didalamnya".

Acara dilanjutkan dengan Penyerahan Noken secara simbolis sebagai bentuk terlaksananya Me Noken d tanah timor.

Sumber : Humas Kab. Kupang