Kunjungan Kerja Wakil Bupati Kupang di Kec Amabi Oefeto Timur

   KUNJUNGAN KERJA WAKIL BUPATI
Berita/News    2020-08-13  10:56:44

gambar

 

Dihadiri oleh Kepala Dinas BPMD Drs. Charles M.L Panie, Kepala Inspektorat Drs. Anthonius Suriasa, Sekretaris Pol PP Ricky Djo dan Plt. Camat Amabi Oefeto Timur Simon Selan,S.Sos

Wakil Bupati Jerry Manafe mengatakan bahwa dengan turun ke lapangan dan melihat kondisi yang terjadi di lapangan apakah sesuai dengan laporan atau tidak. Karna banyak laporan yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.

Lebih lanjut Wabup Jerry mengatakan bahwa begitu banyak persoalan yang harus diselesaikan secara langsung bahkan juga masalah di desa maupun kecamatan bukan kelalaian mereka tapi kelalaian kita di kabupaten. Jadi banyak destinasi kabupaten yang mengabaikan dan menelantarkan surat dan persoalan yang terjadi. Itulah tujuan saya melakukan kunjungan kerja. Bukan hanya disini saja tapi nanti akan terus ke 24 kecamatan di kabupaten Kupang.

Jerry Manafe juga akan menyampaikan kegiatan ini ke Bupati Kupang agar mengambil langkah bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di kecamatan maupun di desa. Menyangkut dengan lambatnya administrasi kependudukan masyarakat oleh dispenduk, Wakil Bupati Kupang menegaskan tentunya jika tidak ada kunjungan kerja kita tidak tahu, tapi dengan adanya kunjungan kerja laporan dari petugas dukcapil yang ada di kecamatan, dari camat, kepala desa serta masyarakat, kita bisa mendengar langsung. Inilah keuntungan dan kelebihan kita jika turun langsung ke lapangan.

Wabup Jerry membenarkan bahwa yang menjadi penghambat itu ada di kantor dukcapil sendiri. Beliau juga meminta kepada masyarakat yang memiliki masalah tersebut untuk datang dan bisa diselesaikan bersama.

Dalam perbincangan Wakil Bupati dengan salah 1 audience tentang kurangnya debit air, penebangan pohon2 liar di kec. Amabi Oefeto, masyarakat meminta ketegasan pada Wakil Bupati Kupang tentang persoalan tersebut.

Lebih lanjut Wabup Jerry menyampaikan kepada panitia pengumpul TJPS untuk tidak membebani masyarakat dengan beban hutang sampai 2 bulan lebih ,melainkan harus dibayar langsung saat pengambilan jagung. "Nanti akan saya sampaikan ke Propinsi karena ini adalah program Gubernur. Kenapa jagung dari masyarakat sudah diambil tapi tidak langsung dibayarkan. Dalam kondisi covid masyarakat sudah tidak bisa berjualan dengan baik, jagung diambil tapi belum direalisasi pembayarannya", ungkapnya.

Jerry Manafe mengungkapkan, soal masalah air , masyarakat harus memperhatikan hutan karena Amabi Oefeto Timur adalah salah 1 daerah yang hutannya cukup bagus tapi saya tahu banyak penebangan disini sehingga air yang bagus menjadi kering bahkan kedalaman air tanah pun makin jauh (hampir 90 meter belum dapat air), yaitu di desa Oenuntono.

Wabup Jerry mengatakan bahwa sudah ada proyek besar 1,4 M tapi debit airnya kecil sekali. Untuk itu hutan ini harus dijaga oleh camat, kades dan masyarakat Amabi Oefeto Timur.

"Dan mengenai dana desa di Oemofa , saya minta senin depan harus di selesaikan dengan baik dan kalau tidak saya akan minta tim pemeriksa dari inspektorat kemudian di rekomendasikan ke kejaksaan", tukas Jerry Manafe.

Lebih lanjut Jerry Manafe dengan tegas meminta untuk tidak bermain-main dengan dana desa dan meminta kepada semua kepala desa untuk mengutamakan bor air, karena walaupun tahun ini kita lihat curah hujan kurang, namun belum tahu tahun-tahun ke depan. Karena jika tidak ada air, tanaman, hewan dan manusia pun tidak hidup.

(Sumber: Humas Kab. Kupang)