Penduduk Desa Naitae Fatuleu Barat Tanam Lamtoro

   DUKUNG REVOLUSI 5 P PENDUDUK DESA NAITAE FATULEU BARAT TANAM LAMTORO,KERAMBA DAN KELOR DI LAHAN 25 H
Berita/News    2020-01-20  22:18:04

gambar

Mendukung program revolusi 5 P Pemerintah Kabupaten Kupang yang dicanangkan Pemkab Kupang dibawah kepemimpinan Bupati Kupang Korinus Masneno dan Wabup Jerry Manafe, masyarakat Desa Naitae Kecamatan Fatuleu Barat yang tergabung dalam Kelompok Tani Am Obe melakukan kegiatan tanam Lamtoro, Teramba dan Kelor di lokasi tani masyarakat seluas 25 Hektar. Kegiatan tanam ini dihadiri langsung Bupati Kupang Korinus Masneno yang turut serta menanam bersama masyarakat, Sabtu (18 Januari 2020) dengan didampingi Asisten II Setda Kab. Kupang Jemmy Uli dan para pimpinan OPD LIngkup Pemkab Kupang diantaranya Kadis Peternakan Yacoba Ludjuara, Kadis Pertanian Pandapotan Sialagan, Kadis Komimfo Thomas Sonbait, Kadis Ketahanan Pangan Paulus Ati, Camat Fatuleu Barat.

Bupati Kupang Korinus Masneno dalam sambutannya menyatakan apresiasi atas semangat masyarakat Naitae memanfaatkan potensi lahan guna ditanami kelor, lamtoro dan keramba. Dirinya berharap semangat yang sama dapat diikuti oleh masyarakat lainnya sehingga potensi lahan yang luas dapat dimanfaatkan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Terkait dengan Revolusi 5 P yakni berkerja secara revolusioner pada bidang pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan kelautan dan pariwisata sangat sesuai dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Kupang. Masneno yakin jika masyarakat berkerja sungguh-sungguh dan memanfaatkan secara baik potensi yang ada akan memberikan hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Dicontohkan Masneno di jawa, banyak Sarjana Pertanian yang fokus pada bidang pertanian dan akhirnya sukses dan memiliki penghasilan besar.

Di kesempatan itu, dirinya meminta masyarakat untuk dapat merawat tanaman yang telah ditanam hingga tumbuh dan dapat dipanen. Dinyatakan Masneno, dirinya akan datang kembali dilokasi lahan Desa Naitae pada bulan Juli untuk meninjau kembali sejauh mana hasil tanam masyarakat sudah berhasil. “Saya ingatkan masyarakat untuk rawat lahan dan tanaman ini. Bulan juli dengan diam-diam saya akan tinjau, jangan sampai tidak dirawat dan mati semua, nanti kita bemarah. Bapa Camat dan Kades tolong pantau dan beri dukungan pada masyarakat, jika gagal kalian siap saya beri sanksi,” Ungkap Bupati Masneno memotivasi.

Lebih lanjut dirinya menyatakan dengan menanam lamtoro, teramba dan kelor secara baik pasti akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dimana hasil panennya dapat digunakan untuk kebutuhan pakan ternak bahkan dapat juga dijual yang dari segi ekonomis sangat menguntungkan. “Inilah yang saya sebutkan memanen beras di puncak gunung,” Ungkap Masneno. Dijelaskannya, di lahan 1 hektar yang ditanami lamtoro dan teramba bisa memenuhi kebutuhan pakan sapi minimal 4 ekor dan jika 1 kk membeli sapi seharga 4 juta sebanyak 4 ekor, maka dalam beberapa bulan sudah bisa menjualnya lebih kurang 8 juta/ekor. praktis jelas Masneno, keuntungan sebanyak 16 juta dari 4 ekor sapi tersebut sudah bisa  membeli beras sebanyak 32 karung yang pastinya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga setahun. Selain itu terkait dengan  tanaman kelor jelas Bupati Masneno sudah teruji memiliki kandungan gizi yang tinggi, bisa dikonsumsi dan bisa juga di jual. Dirinya memotivasi masyarakat untuk memberikan menu kelor pada balita dan anak-anak sehingga mendukung tumbuh kembang mereka sekaligus mencegah stunting (kerdil) pada anak-anak.

Yunus Anin Ketua Kelompok Tani Am Obe Desa Naitae menyatakan sangat mendukung program revolusi 5 P Pemkab Kupang khususnya dibidang pertanian peternakan. Dijelaskannya dari 25 hektar lahan yang ditanami, dibagi 5 hektar untuk ditanami kelor, dan 20 hektar untuk ditanami lamtoro-teramba dengan harapan dapat memberikan hasil terbaik bagi masyarakat. Dirinya berharap kegiatan tanam ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang memuaskan sehingga pada waktunya dapat dipanen sesuai dengan motivasi yang disampaikan bapa Bupati Kupang.

Sumber : HUMAS Kab. Kupang