Wakil Bupati Jerry Manafe Pimpin Rakord Kesiapsiagaan Dalam Mengatasi Bencana

   RAPAT KOORDINASI KESIAPSIAGAAN DALAM MENGATASI BENCANA KAB. KUPANG
Berita/News    2020-01-20  21:58:16

gambar

Kesiapsiagaan dan antisipasi dini terhadap resiko bencana harus menjadi perhatian semua pihak sehingga dampak resiko terjadinya bencana dapat diminimalisir. Perencanaan terhadap penanggulangan bencana harus dibuat sebaik mungkin dan membangun rantai kerjasama yang baik antar stekholder dalam rangka antisipasi bencana yang datang. Demikian disampaikan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe saat memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dalam mengatasi bencana di Kabupaten Kupang, Kamis (16/01-2020) bertempat di Kantor Bupati Kupang di Kota Oelamasi.

Turut hadir pada Rakord tersebut Kepala BPBD Provinsi NTT Thomas Bangke, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang (Basarnas) NTT Mayor Emi Frizer, Dandim 1604 Kupang Kolonel (Arh) I Made Kusuma Dhyana Graha, Perwakilan Ka. Brigif Letkol Inf. Agus Sar, Asisten I Setda Kab. Kupang Rima K. Salean, Plt. Kepala BPBD Kab. Kupang Marthinus Tousbele.

Lebih lanjut Wabup Jerry menyatakan apresiasi atas terlaksananya rakord kesiapsiagaan bencana dalam rangka mendukung dan memberikan kontribusi terhadap upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Kupang. Dijelasknnya bahwa sinergitas dari banyak pihak baik itu pemerintah, masyarakat sangat penting  dalam upaya penanggulangan bencana sehingga dampak dan resiko yang merugikan masyarakat dapat diminimalisir. Dirinya juga meminta BPBD Kab. Kupang pro aktif dan sigap terhadap kondisi-kondisi darurat akibat bencana yang datang. Ditekankannya Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kata kunci dalam  mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi dan menyerang kita kapan saja tanpa bisa diprediksi. Dirinya berharap BPBD Kab. Kupang mengidentifikasi  peta resiko bencana di Kabupaten Kupang secara baik dan membangun koordinasi sektoral secara baik sehingga ketanggapan terhadap kondisi bencana dapat dilakukan. Wabup Jerry juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan tenaga siaga bencana yang secara aktif yang dapat bergerak disaat emergenci untuk membantu dan menolong korban yang terkena bencana.

Terkait dengan kondisi Kab. Kupang yang terkategori rawan bencana, mantan Waket DPRD Kab. Kupang tersebut berharap agar dapat dibentuk tim khusus penanggulangan bencana yang dikoordinasikan ibu Asisten, dan mengundang Camat dan Kepala Desa yang teridentifikasi rawan bencana untuk hadir dan terlibat dalam rangka antisipasi bencana di Kabupaten Kupang.

Kepala BPBD Provinsi NTT Thomas Bangke dalam paparannya menyatakan Kab. Kupang berhadapan langsung dengan lempeng Australia dan Asia, serta sebagai daerah yang berada di lintang selatan Indonesia memiliki potensi terhadap bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami, longsor serta bencana hidrometeorologi baik itu cuasa ekstrim, putting beliung, dan banjir. Beberapa hal yang penting dipersiapkan diantaranya pra bencana melalui kegiatan sosialisasi, mitigasi. Pada tahap saat bencana dilakukan evakuasi korban dan evaluasi serta tindakan pasca bencana dengan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi. Kepada masyarakat Kab. Kupang dinyatakan Thomas, BPBD Prov. NTT memiliki posko yang siap siaga 24 jam, serta tim kaji cepat BPBD yang dapat dihubungi kapan saja. Upaya lain yang telah dilakukan ialah penyiapan relawan tangguh sebanyak 4665 orang yang tersebar di 22 Kab/Kota se-NTT dan pemasangan 3.267 Tanda jalur evakuasi di 22 Kab/Kota se-NTT.

Sementara itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang (Basarnas) NTT Mayor Emi Frizer menyatakan salah satu strategi penanggulangan bencana terbaik ialah dengan melakukan perencanaan penanggulangan yang baik, membangun koordinasi lintas sektor, mempersiapkan personel yang handal terhadap penanggulangan bencana dan operasi pada masa tanggap darurat.

Sumber : HUMAS Kab.Kupang